Dhiee { Part 1 }
Malam ini cerah, banyak bintang yang berkedip kedip
seperti memainkan mata. Aku pun duduk di sebuah kursi taman rumahku. Sambil
menatap bintang yang berkedip kedip tersebut. Aku berfikir sejenak, apa yang
harus aku lakukan pada laki laki itu, yang sudah menolongku di aula tadi.
‘’ Hm, Apa yah? ‘’
Kata Dhie sambil menatap bintang sambil
memikirkan sesuatu.
‘’Kenapa
aku slalu ingat sama laki laki itu? Padahal laki laki itukan bukan siapa siapa
ku, aneh. ‘’ Kata Dhie yang wajahnya semakin bingung.
‘’ Hah!
Seharusnya aku gak banyak mikir itu, aku gak boleh baper ih, kan dia Cuma
nolong aku aja. Huh, tapi aku gak bisa ngelupain laki laki itu. ‘’ Kata Dhie yang semakin parah mengingat.
‘’ Kak Dhie, kok
sudah malam masih di taman, gak tidur? Nanti kalo gak tidur, belajarnya gak
konsen lho di kelas, ayo kak Dhie tidur dulu sana, ‘’ Kata Bunda yang tiba tiba datang
kehadapanku dan langsung mengajakku masuk ke dalam rumah.
‘’ Iya
Bunda, Dhie masuk kok ke rumah dan tidur bun, bunda tidur juga yah.,‘’ Kata Dhie sambil menggandeng tangan Bundanya.
‘’ Okey deh kak Dhie, tidur yah, mimpi indah
yah sayang. ‘’ Kata Bunda sambil mencium keningku.
Aku pun langsung naik ke tempat tidurku, aku
kaget! Ketika ku membuka hp, ternyata ada pesan dari laki laki yang menolong ku
di aula sekolah, aku gak menyangka bahwa hal ini bisa terjadi. Dan ku buka
pesannya ternyata, laki laki itu bilang ’ Salam Kenal Dhie’.
‘’
Lho, Laki laki itu tahu namaku? ‘’ Kata Dhie yang terlihat malu
malu.
‘’ Hah
bodo amat lah, aku mau tidur dulu, ku read aja deh, malas jawab. ‘’ Kata Dhie yang sambil menarik
selimut dan Tidur…
Keesokan harinya, burung burung bernyayi
ceria, aku pun bangun dari tidurku, dan mengecek hpku, parah! laki laki itu
menyepamku seperti ini ‘ Hy,Hy,Hy,Hy,Hy ‘ Kesel banget deh aku, baru bangun
tidur dan cek hp ternyata isi pesanku hanya hal ga-je dari laki laki itu. Aku
pun langsung mandi dan langsung pergi ke sekolah.
Sesampainya di sekolah,
‘’
Hay,Dhiee, kok wajahnya bĂȘte gitu sih, senyum senyum, wah pasti abis di pc sama
cowok kan? Ngaku aja deh Dhie,‘’ Kata Desy, sahabat Dhie.
‘’
Apaan sih Des, tau ah, aku cabut ke kelas dulu yah, byee. ‘’ Kata Dhie sambil mengalihkan pembicaraan
sahabatnya itu.
Jam pelajaran pun di mulai, pada saat itu jam
pelajaran ips, tapi syukur sih gurunya gak bisa masuk kerena ada rapat. Tiba
tiba laki laki yang menolongku di aula kemarin masuk ke kelasku. Aku pun tidak
sengaja menatapnya. Haduh, aku tambah ambigu ketika melihat laki laki itu.
Ternyata laki laki itu anak kelas sebelah, makanya sering main main ke kelasku
ketika jamkos.
‘’
Weh, Dhie, liat apaan sih, kok segitunya banget, ciee liat laki laki itu yah,
ciee. ‘’ Kata Desy yang mengejek Dhie.
‘’
Ish, apaan sih, cie cie cie, gak jelas tahu des, tau ah, nyebelin aja. ‘’ Kata Dhie dengan wajah yang
memerah ketika si Desy berbicara ‘ Cie ‘.
Bel istirahat pun berbunyi, anak anak kelasku
pada keluaran semua, aku pun mau keluar kelas tapi, laki laki itu masih saja di
depan pintu kelasku. Huft aku gak bisa keluar. Tapi aku paksain untuk keluar.
‘’
Permisi.. mau lewat.. ‘’ Kata Dhie, tapi pandangannya
bukan kearah laki laki itu, melainkan mengalihkan pandangannya ke tempat sampah
depan kelas.
‘’ Ya,
lewat aja Dhie, jalan ini lebar kok, masa Dhie gak muat sih lewat sampingku. ‘’ Kata Laki laki itu dengan
wajah menatap Dhie.
‘’
Heh! Kalo ngomong itu hati hati yah! Aku cukup lewat sampingmu kok. ‘’ Kata Dhie sambil memancarkan emosinya kepada laki
laki itu.
‘’
Iya,iya,, maaf yah Dhie, aku gak bermaksud ngejek kok, maaf, ‘’ Kata laki laki itu sambil menundukkan kepala dan
pergi ke kelasnya.
Dhie pun tanpa basa basi langsung pergi ke
kantin bersama Desy. Tanpa menanggapi kata laki laki itu.
‘’ Ih
Dhie, kejam banget sih. Kan laki laki itu baik kok, kok kamu emosian banget
tadi. ‘’ Kata Desy sambil mengambil
uang di sakunya.
‘’ Hah? Tau ah, kamu kok
kalo jalan sama aku bahasnya tentang laki laki itu sih, kamu itu sebenarnya suka
kah sama laki laki itu, Des? Cieee ‘’ Kata Dhie sambil menatap Desy dengan serius.
‘’ Ih, mana ada, kamu kali
yang cemburu Dhie, hahaha ‘’ Kata Desy sambil membeli sebuah minuman di kantin.
‘’ Udah!!! Lupakan!! ‘’ Kata Dhie sambil berteriak nyaring di kantin sekolah.
Desy dan Dhie pun kembali
ke dalam kelas, alangkah kagetnya si Dhie, ketika kursinya di duduki oleh laki
laki itu. Dhie pun menghampirinya.
‘’ Heh! Ngapain kamu duduk
di sini!! Pergi sana! duduk di tempat lain aja. ‘’ Kata Dhie sambil menaruh minumnya di meja.
‘’ Hm, gak ah! Aku lebih
nyaman duduk di sini Dhie ‘’ Kata laki laki itu.
‘’ Ih!! Gausah panggil Dhie
Dhie deh, kamu tahu namaku darimana? ‘’ Kata Dhie yang raut wajahnya
semakin memerah.
‘’ Ada deh, kok kamu yang
keppo sih, hahaha,, duduk di tempat lain aja sana. ‘’ Kata laki laki itu yang menyuruh Dhie untuk
duduk di kursi lain.
Dhie pun pergi, dan
menjauh menjauh dari laki laki tersebut. Sungguh laki laki itu menyebalkan
sekali, rasanya pingin di pukul dan di gorok pake clurit.
‘’ Dhie, kenapa? ‘’ Kata Desy dengan wajah yang serius.
‘’ Itu, si laki laki itu
palabatu banget des, ih greget banget, ‘’ Kata Dhie sambil menatap Desy.
‘’ Oh, iya Dhie, laki laki
itu namanya Afi, aku denger denger dari anak anak sih, hm,, kalo kamu gak percaya Tanya aja sama orang yang
bersangkutan. ‘’ Kata Desy
‘’ Ogah banget! ingat yah, nanya
nanya namanya itu, gak penting! ‘’ Kata Dhie dengan raut wajah
yang marah, ketika sahabatnya berbicara tentang laki laki itu.
‘’ Halah, ogah apa ogah sih
Dhie, pasti dalam hatimu suka deh, kalo suka itu bilang aja Dhie, bilang sud,
keburu ketikung loh, karena zaman kini itu hobinya tikung menikung. ‘’ Kata Desy.
‘’ Kasenang aja, dan
serahmu lah Des, udahlah aku mau ke toilet dulu. ‘’ Kata Dhie yang beranjak dari
kursi sebelah Desy duduki.
‘’ Eh, kamu sahabatnya
Dhie? Nama kamu siapa? ‘’ Kata laki laki itu kepada
Desy.
‘’ Iya, Nama ku Desy. Nama
kamu Afi kan? ‘’ Kata Desy sambil menyuruh
duduk si Afi di sebelahnya.
‘’ Iya, namaku Afi, wah pas
banget nih kamu sahabatnya Dhie, aku mau nanya nanya nih tentang Dhie, boleh
nggak, Des? ‘’ Kata Afi kepada Desy.
‘’ Yups, mau nanya tentang
apa nih? Hobi, makanan, atau ttlnya Dhie? ‘’ Kata Desy.
‘’ Em,, aku mau nanya apa
yah? Ehhh ada Dhie, bicaranya lanjutin nanti aja yah Des, aku takut ketahuan
Dhie bahwa aku keppoin. Hehehe.. ‘’ Kata Afi sambil beranjak dari
tempat duduk di sebelah Desy.
‘’ Yoi Fi, ‘’ Kata
Desy dengan wajah yang bersemangat sekali.
‘’ Eh, ngapain yah si laki
laki itu duduk di sebelah Desy.. ‘’ Kata Dhie dalam hatinya.
Aku pun menghampiri Desy
yang agak gemetaran ketika melihatku datang.
‘’ Hayo, kamu ngapain sama
laki laki itu? ‘’ Kata Dhie sambil mengejek Desy.
‘’ Huft, kepo nih Dhie,
hayo tebak donk. ‘’ Kata Desy sambil membalas
ejekan Dhie tadi.
Bel masukan pun berbunyi,
anak anak segera masuk ke dalam kelas. Tiba tiba speaker kelas kami berbunyi
seperti ini ‘’ Panggilan untuk Dhie dan Afi segera ke ruang guru sekarang juga,
sekali lagi Panggilan untuk Dhie dan Afi segera ke ruang guru sekarang juga,
Terima kasih.
‘’ Hah? Namaku di panggil?
Ih aku gak percaya ini ih, ‘’ Kata Dhie dalam hati.
‘’ Wah, pas banget nih,
Dhie dan Afi yang di panggil, best emang nih, Cuma berdua pula. So sweet banget
‘’ Kata Desy dalam hati.
Aku pun segera ke ruang
guru, haduh, kok sama Afi sih -_ Benci. Di tengah perjalanan menuju Ruang guru,
Ada Afi yang sedang menuju ke ruang guru. Aku pun menatapnya dan juga
sebaliknya dia juga menatapku.
‘’ Dhie,,, ‘’ Kata Afi yang sedang berlari
menuju tempat ku berdiri.
‘’ Ih, sok kenal banget
sih, ‘’ Kata Dhie dalam hati.
Akhirnya mereka berdua
masuk ke dalam ruang guru.
‘’ Hay Dhie, Hay Afi,
gimana kabarnya hari ini? ‘’ Kata Bu Devi yang menyapa kita berdua.
‘’ Hay juga Bu Devi, Kabar
Afi baik bu, kalo ibu gimana? ‘’ Kata Afi yang bersemangat sekali.
‘’ Hay juga Bu Devi, kabar
Dhie luar biasa deh, Kalo kabar ibu gimana? ‘’ Kata Dhie yang ingin mencari
perhatian kepada Bu Devi.
‘’ Alhamdullillah, kabar ibu
Sehat nak, ‘’ Kata Bu Devi.
‘’ Oh iya bu, kita berdua
di panggil ada tugas apa yah? ‘’ Kata Afi dengan semangat.
‘’ Jadi gini, kalian berdua
ibu ikutkan lomba menulis novel yang tebalnya Cuma 250 lembar aja kok, tapi
ingat, kalian berdua harus bekerja sama yah, ibu minta kerja sama dari kalian.
‘’ Kata Bu Devi.
‘’ Apa? 250 Lembar, Bu? ‘’ Kata Afi dengan wajah yang
sedikit kecewa.
‘’ Iya, fi, 250 Lembar aja
kok ‘’ Kata Bu Devi.
‘’ Okey deh Bu, siap ‘’ Kata Dhie yang penuh dengan
semangat.
‘’ Oh,Iya Dhie, novelnya
judulnya { Persahabatan }, temanya sembarang kamu aja’’ Kata Bu Devi.
‘’ Nah, jadi tugas kalian
di bagi yah, kalo tugas Dhie adalah memikirkan cerita dan Afi mengetik naskah
cerita yang di kasih sama Dhie yah, Okey, itu aja untuk kalian. ‘’ Kata Bu Devi.
Kami berdua pun kembali
ke kelas.
‘’ Dhie, jadi kapan
ngerjainnya nih? Hari ini kamu bisa nggak? ‘’ Kata Afi sambil menatap kearah Dhie.
‘’ Hm,, keknya hari ini aku
bisa deh, okelah, pulangan yah, di kelasku atau di kelasmu? ‘’ Kata Dhie sambil menatap Afi.
‘’ Hm,, kelasku aja deh
Dhie, ada kipasnya. ‘’ Kata Afi.
‘’ Heh, emang kelasku gak
ada kipasnya gitu?? ‘’ Kata Dhie dengan nada tinggi.
‘’ Duh, pokoknya kelasku
aja deh Dhie, please yah Dhie? ‘’ Kata Afi sambil memohon
kepada Dhie yang sedang berfikir fikir dulu.
‘’ Okelah! Dikelasmu aja
Afi, okey okey, iyaaa ‘’ Kata Dhie sambil menatap Afi.
Hai Gaes ^_^ Post Lanjutannya di Baca yah ! >> Selanjutnya { Part 2 }
Tunggu Postingan Baru nya !!
Makasih Telah Membaca yah :)